Langsung ke konten utama

Mengenal Penyakit Tuberkulosis Reguler dan Tuberkulosis Kebal Obat (TB MDR)


Penyakit Tuberkulosis (TB) sudah populer di kalangan masyarakat, mengingat negara berkembang masih tinggi angka nya untuk peyakit ini. semakin tinggi karena sebagian masyarakat ada yang masih menganggap bahwa penyakit ini biasa atau malas berobat sesuai standar, karena harus rutin kontrol dan bolak-balik ke puskesmas atau rumah sakit. Bisa jadi, ketidak tahuan tentang gejala penyakit ini juga berpengaruh.

Saatnya, masyarakat mengetahui tentang penyakit ini secara detail. Blogger #SahabatJKN dari Tanggal 3 sampai 5 Maret kemarin, mengikuti lokakarya Penyakit TB plus kunjungan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin dan Puskesmas Garuda di Bandung. Inisiasi kegiatan ini dimotori teman Blogger Mas Anjari Umarjianto yang kebetulan adalah staff Kementerian Kesehatan RI.

Tugas kami, sebagai blogger adalah menyampaikan hasil lokakarya yang bersumber dari para narasumber kompeten, serta informasi yang valid dari informan kepada masyarakat melalui tulisan. Jadi, walau kami bukan dokter atau ahli kesehatan, tulisan kami berdasarkan pemaparan dokter dan narasumber yang kompeten di bidangnya.

Sekarang, mari berkenalan dengan penyakit TB. Disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis. Menyerang Paru-Paru, Tulang, Sendi, Usus, Kelenjar, Limfe, Selaput otak dan lain-lain. Ini bukan penyakit turunan atau kutukan, ya. Penyakit menular ini bisa jadi berasal dari penularan dari orang lain.

Gejala pokok TB : Batuk berdahak selama tiga minggu atau lebih.

Gejala tambahan: Demam dan meriang sebulan atau lebih, jika malam hari sampai menjelang dihihari keluar keringat berlebihan, nyeri dada dan sesak napas.

Penyebaran kuman TB disebarkan oleh penderita yang belum berobat, yang batuk dan bersin tanpa menutup mulutnya. Orang-orang di sekitarnya yang menghirup sebagian kecil udara yang terpapar kuman TB, bisa terinpeksi juga. Penderita yang belum berobat, masih mengandung kuman TB aktif BTA (Basil Tahan Asam). Seperti dipaparkan oleg dr. Sigit, bahwa kondisi penderita yang belum berobat, bepotensi menularkan kepada 15 orang di sekitarnya. Dinyatakan juga oleh dr.Sigit, bahwa kuman TB senang hinggap di dalam paru-paru karena banyak oksigen dan paru-paru adalah gerbang utama keluar masuknya udara, jadi tak heran jika kuman banyak yang nyangkut dan betah di sana.

Penderita sebaiknya memeriksakan diri ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat, biasanya, akan melalui proses pemeriksaan dahak dan rontgent paru-paru. Setelah dinyatakan sakit TB, pasien diberi obat dan harus diminum tanpa putus selama 6-8 bulan. Obat TB diberikan gratis jika berobatnya di Puskesmas. Selama pengobatan, akan diberikan tahapan serta konsultasi dokter saat kontrol rutin. Jika mengalami efek samping seperti mual, hilang napsu makan, sakit perut, nyeri sendi, kesemutan dan rasa terbakar di kaki serta gatal-gatal dan warna kemerahan di urine, jangan berhenti minum obat. Tapi jika keadaan sangat parah, segera laporkan ke petugas kesehatan atau dokter. Jika gatal, biasanya pasien punya alegri terhadap obat tertentu, biasanya dokter akan memberikan obat anti alergi.
Pasien TB Regular, dapat berobat di rumah dengan pengawasan pihak keluarga, karena dipastikan semua obat yang diberikan harus diminum tuntas sesuai dosis yang diberikan setiap harinya. Jika tidak tuntas, berpotensi mengidap TB kebal obat atau MDR (Multi Drug Resistant).

Obat TB ditunjukan oleh dokter RS Hasan Sadikin (Foto : @DefiraNC)

Gejala TB MDR sama dengan TB Regular, bedanya, MDR sudah kebal terhadap obat. Jadi proses pengobatannya memerlukan waktu lebih lama lagi dengan dosis yang lebih banyak dan tempat pengobatan TB MDR belum ada di semua daerah, baru ada di lokasi tertentu dengan rujukan dokter. Lama pengobatan antara 18-24 bulan.
Tahap awal pengobatan, diberikan obat minum dan suntikan selama 6 bulan tanpa henti, setiap hari. Tahap lanjutan, pemberian obat minum tanpa suntikan sampai tuntas. Pengobatan TB MDR harus diminum di Puskesmas atau Rumah Sakit dengan pengawasan PMO ( Pengawas Menelan Obat) Dipastikan pasien menelan obat tanpa terlewat sedikitpun, untuk menghindari kuman semakin kebal.

Efek samping dari pengobatan TB MDR sama dengan efek samping pengobatan TB Regular, bedanya, MDR kadang ada yang punya efek samping halusinasi bahkan gangguan kejiwaan. Tapi jangan terlalu dicemaskan, selagi dukungan keluarga penuh secara moral. Dan terus mendampingi dalam masa pengobatannya, semua efek samping dapat diatasi.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI, satu dari 6 dari kasus TB masih berakhir dengan kematian, termasuk kematian 510.000 wanita setiap tahunnya. Belum lagi, masih banyak kasus yang belum terungkap sehingga ini merupakan tantangan besar untuk pencehagan dan pengobatannya. Indonesia, merupakan peringkat 8 dari 27 negara dengan beban TB MDR terbanyak di dunia. Data Kementerian Kesehatan RI mencatat, perkiraan TB MDR di Indonesia sebanyak 6800, perhitungan dari 2% kasus baru dan 12% kasus pengobatan ulang.

Bagi penderita, supaya tak menularkan TB Regular maupun TB MDR ke orang di sekitarnya, sebaiknya jangan buang dahak sembarangan, tissue bekas penutup batuk dibuang ke tempat sampah tertutup, jika batuk sebaiknya ditutup dengan lengan. Karena kalau ditutup telapak tangan, saat salaman atau memegang anak, kumannya bisa berpindah. Selain itu, pakai masker ketika berada di keramaian.

Kunjungan Blogger ke Klinik DOTS

Dengan sosialisasi dan pengenalan penyakit TB ini, diharapkan seluruh komponen masyarakat juga ikut andil untuk sama-sama memberikan saran atau ajakan pada saudara atau tetangganya yang terindikasi gejala TB untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Yuk, sama-sama hidupkan semangat hidup penderita dan masa depan mereka jangan sampai sia-sia karena TB. Untuk lebih detailnya, bisa dapat informasi melalui www.tbindonesia.or.id




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Kuliner Food Truck Festival Digitalicious 2015 di SDC Serpong

Serpong, 3 April 2015 –  Hang out  bersama Komunitas Blogger Crony, kali ini memilih lokasi di Summarecon Digital Center (SDC) pilihan jatuh ke tempat ini, karena sudah familiar dan tempatnya mudah diakses kendaraan umum. Kebetulan di SDC sedang ada  Food Truck Festival    Digitalicious 2015   lokasi di area parkir utara yang berlangsung dari 27 Maret 2015 sampai 5 April 2015. Black Jack Tabanco Chee Gen Karamel Juice Bubur Ayam Monas Sesampainya di sana, saya dan teman-teman langsung eksplorasi dengan memesan makanan dan minuman Food Truck, semua berpencar dan tak mau menyia-nyiakan  moment  langka ini. Kami langsung membeli kupon untuk belanja makanan, karena tak memakai uang cash. Kupon terbagi dalam pecahan mulai dari Rp.1000,- jadi jangan khawatir tak dapat uang kembali saat jajan makanan dengan pecahan uang yang tidak bulat. Kupon pecahan mulai Rp.1000 untuk membeli kuliner di food truck festival digitalicious 2015 Saya sendiri, tertar...

Pengertian dan Jenis-jenis Hutang (Kewajiban)

Pengertian dan Jenis-jenis Hutang (Kewajiban) – Hutang merupakan instrument yang cukup penting bagi suatu perusahaan, apalagi untuk memenuhi kebutuhan operasi usaha atau untuk modal investasi. Karena saking pentingnya tersebut, hampir semua perusahaan memiliki hutang. Perusahaan yang memiliki banyak hutang bukan berarti mengalami kesulitan keuangan, walaupun hutang meningkatkan risiko yang harus ditanggung oleh perusahaan, namun dengan hutang tersebutlah perusahaan dapat menggunakan dana ekternal untuk memenuhi kebutuhannya, sedangkan dana internal yang dimilikinya juga dapat digunakan untuk kebutuhan yang lain, sehingga pengelolaan dana dapat berjalan dengan baik dan diharapkan menghasilkan laba yang lebih tinggi. Selain itu, jika perusahaan tidak menggunakan hutang malah akan tidak efektiv dan efisien dalam hal investasi atau ekspansi. Investasi dan ekspansi tentu membutuhkan dana yang besar, sehingga jika harus menggunakan dana internal maka perusahaan memerlukan waktu yang lama u...

Syarat dan Cara Meminjam Uang Di Bank BNI (Pengajuan Kredit)

Syarat dan Cara Meminjam Uang Di Bank BNI (Pengajuan Kredit) – Berusaha untuk memperoleh dana dari pinjaman bank memang merupakan salah satu cara yang paling ampuh saat ini, selain karena hemat waktu, meminjam uang di bank juga dinilai sebagai langkah efektif dalam mengelola keuangan. Di jaman modern seperti saat ini, melakukan pinjaman tidak selalu menandakan bahwa anda tidak memiliki uang, tapi bisa saja ini merupakan cara dalam pengelolaan keuangan, termasuk stabilitas arus kas. Hal ini juga sering dilakukan oleh perusahaan-perusahaan, baik perusahaan kecil, sedang, maupun besar. Mereka melakukan pinjaman uang di bank untuk membiayai operasi perusahaan, investasi, atau kebutuhan lainnya. Dengan melakukan pinjaman ini, perusahaan-perusahaan tersebut tidak harus mengeluarkan biaya yang terlampau besar untuk operasi, investasi, atau kebutuhan lainnya, dan mereka dapat melunasi pinjamannya dengan hasil yang diperoleh dari operasi, investasi, atau pendapatan lainnya. Berkaitan dengan pi...