Langsung ke konten utama

Cara Membuat Neraca Keuangan (Laporan Posisi Keuangan)

Cara Membuat Neraca Keuangan (Laporan Posisi Keuangan) – Neraca atau disebut juga laporan posisi keuangan (Balance Sheet) adalah bagian dari laporan keuangan yang digunakan untuk mengukur tingkat pengembalian dan mengevaluasi struktur modal perusahaan. Informasi yang terkandung dalam neraca adalah informasi berkaitan dengan aktiva, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham (pemilik). Informasi yang terkandung di dalam neraca ini sangat penting sekali untuk berbagai pihak karena neraca dapat digunakan untuk menganalisis likuiditas, solvensi, fleksibilitas keuangan perusahaan. Selai itu, neraca juga dapat meramalkan jumlah, waktu, dan ketidakpastiaan arus kas di masa depan.

Karena saking manfaatnya neraca tersebut, membuat neraca menjadi hal yang wajib dilakukan oleh suatu perusahaan. Dalam membuat neraca keuangan, neraca tersebut juga harus dibuat atas dasar transaksi, kondisi, dan situasi yang sebenarnya, tidak boleh dibuat-buat. Jika neraca dibuat dengan tidak tepat, maka akan menimbulkan informasi yang tidak bisa diandalkan. Membuat neraca keuangan sendiri sebenarnya tidak terlalu sulit, namun ternyata masih ada juga yang kurang atau sama sekali tidak mampu dalam menyusunnya. Untuk itulah postingan ini dibuat, untuk menyediakan informasi bagi pihak yang memerlukan bantuan dalam membuat neraca.

Langkah Cara Membuat Neraca Keuangan
Yang saya maksud dari langkah ini adalah langkah untuk menemukan angka-angka yang nantinya akan dimasukkan ke dalam pos-pos di neraca. Angka tersebut merupakan nilai transaksi atau nilai dari aktivitas ekonomi perusahaan, untuk menemukan angka tersebut, anda harus melewati beberapa proses, diantaranya adalah:
  • Membuat Jurnal
  • Memposting Jurnal ke Buku Besar
  • Menyusun Laporan Laba-Rugi
  • Menyusun Laporan Perubahan Modal
Cara Membuat Neraca Keuangan (Laporan Posisi Keuangan)Jadi, setelah anda menyelesaikan 4 tahapan diatas, anda baru akan membuat neraca. Sebenarnya dalam menentukan angka, kita akan mengambil angka dari buku besar, lalu kenapa kita harus menyusun laba-rugi dan perubahan modal terlebih dahulu? Itu karena untuk mengetahui laba yang diperoleh, dan laba yang diperoleh tersebut nanti juga akan masuk ekuitas pemilik/pemegang saham di dalam neraca.

Baca juga: Full cara membuat laporan keuangan.

Klasifikasi Neraca
Ada tiga kelompok pos/akun di dalam neraca, yaitu aktiva, kewajiban, dan ekuitas. Di dalam setiap kelompok pos tersebut terdapat beberapa subkelompok, dan di setiap subkelompok terdapat beberapa pos/akun/rekening.
Aktiva Kewajiban dan Ekuitas
Aktiva LancarKewajiban Lancar
KasHutang dagang
Investasi jangka pendekHutang gaji
PiutangHutang pajak
PersediaanWesel bayar kepada bank
Beban dibayar dimukaDeposit yang diterima Dari pelanggan
Investasi jangka panjangBiaya garansi akrual
Kompensasi dan tunjangan akrual
Aktiva Tetap(dan lain-lain)
Tanah
BangunanKewajiban Jangka Panjang
Mesin dan peralatanHutang obligasi
-properti, pabrik, dan peralatan lainnya-Wesel bayar jangka panjang
(akumulasi penyusutan)Hipotik
Pinjaman bank
Aktiva Tak Berwujud
GoodwillEkuitas Pemilik/Pemegang Saham
PatenSaham preferen
LisensiSaham biasa
Merek dagangModal disetor tambahan
Biaya pengembanganLaba ditahan
(akumulasi amortisasi)
Aktiva lainnya
(pos-pos aktiva yang tidak termasuk dalam subkelompok aktiva lainnya – penggolongan khusus)

Aktiva, pada umumnya yang dimaksud dengan aktiva adalah manfaat ekonomi yang mungkin diperoleh di masa depan, atau dikendalikan oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau kejadian masa lampau.

Kewajiban, adalah pengorbanan manfaat ekonomi yang mungkin terjadi di masa depan yang berasal dari kewajiban berjalan entitas tertentu untuk mentransfer aktiva atau menyediakan jasa kepada entitas lainnya di masa depan sebagai hasil dari transaksi atau kejadian masa lampau.

Ekuitas, adalah kepentingan residu dalam aktiva sebuah entitas setelah dikurangi dengan kewajiban-kewajibannya. Dalam sebuah entitas bisnis, ekuitas merupakan kepentingan kepemilikan.

Contoh Neraca Keuangan
Setelah anda paham bagaimana cara membuat neraca keuangan, paham dengan asal mula ngka yang terdapat pada pos-pos neraca. Selanjutnya cobalah untuk mencermati contoh neraca berikut ini.

TRIA INC.
Neraca
31 Desember 2014
AKTIVA


Aktiva Lancar
Kas42.485.000
Sekuritas yang tersedia untuk dijual28.250.000
Piutang usaha165.824.000
(penyisihan piutang tak tertagih)1.850.000 (-)163.974.000
Wesel tagih23.000.000
Persediaan489.713.000
Perlengkapan ditangan9.780.000
Beban dibayar dimuka16.252.000
Investasi jangka panjang (investasi dalam PT. ABC)87.500.000 (+)
Total Aktiva Lancar860.954.000
Aktiva Tetap
Tanah125.000.000
Bangunan975.800.000
(akumulasi penyusutan bangunan)341.200.000 (-)634.600.000 (+)
Total Aktiva Tetap759.600.000
Aktiva Tak Berwujud
Goodwill100.000.000
Total Aktiva1.720.554.000
KEWAJIBAN DAN EKUITAS


Kewajiban Lancar
Wesel bayar kepada bank50.000.000
Hutang usaha197.532.000
Bunga akrual wesel bayar500.000
Hutang pajak62.520.000
Hutang gaji dan upah9.500.000
Deposit yang diterima dari pelanggan420.000 (+)
Total Kewajiban Lancar320.472.000
Hutang Jangka Panjang
Obligasi500.000.000
Total Kewajiban820.472.000
Ekuitas Pemegang Saham
Saham preferen300.000.000
Saham biasa400.000.000
Modal disetor tambahan37.500.000 (+)737.500.000
Laba ditahan dalam bisnis162.582.000 (+)
Total Ekuitas Pemegang Saham

900.082.000
Total Kewajiban dan Ekuitas Pemegang Saham

1.720.554.000

---
Oke, mungkin hanya itu saja tips cara membuat neraca keuangan (laporan posisi keuangan) yang dapat saya berikan. Semoga ulasan cara membuat neraca keuangan diatas dapat memecahkan masalah pelaporan keuangan yang sedang anda hadapi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Kuliner Food Truck Festival Digitalicious 2015 di SDC Serpong

Serpong, 3 April 2015 –  Hang out  bersama Komunitas Blogger Crony, kali ini memilih lokasi di Summarecon Digital Center (SDC) pilihan jatuh ke tempat ini, karena sudah familiar dan tempatnya mudah diakses kendaraan umum. Kebetulan di SDC sedang ada  Food Truck Festival    Digitalicious 2015   lokasi di area parkir utara yang berlangsung dari 27 Maret 2015 sampai 5 April 2015. Black Jack Tabanco Chee Gen Karamel Juice Bubur Ayam Monas Sesampainya di sana, saya dan teman-teman langsung eksplorasi dengan memesan makanan dan minuman Food Truck, semua berpencar dan tak mau menyia-nyiakan  moment  langka ini. Kami langsung membeli kupon untuk belanja makanan, karena tak memakai uang cash. Kupon terbagi dalam pecahan mulai dari Rp.1000,- jadi jangan khawatir tak dapat uang kembali saat jajan makanan dengan pecahan uang yang tidak bulat. Kupon pecahan mulai Rp.1000 untuk membeli kuliner di food truck festival digitalicious 2015 Saya sendiri, tertar...

Pengertian dan Jenis-jenis Hutang (Kewajiban)

Pengertian dan Jenis-jenis Hutang (Kewajiban) – Hutang merupakan instrument yang cukup penting bagi suatu perusahaan, apalagi untuk memenuhi kebutuhan operasi usaha atau untuk modal investasi. Karena saking pentingnya tersebut, hampir semua perusahaan memiliki hutang. Perusahaan yang memiliki banyak hutang bukan berarti mengalami kesulitan keuangan, walaupun hutang meningkatkan risiko yang harus ditanggung oleh perusahaan, namun dengan hutang tersebutlah perusahaan dapat menggunakan dana ekternal untuk memenuhi kebutuhannya, sedangkan dana internal yang dimilikinya juga dapat digunakan untuk kebutuhan yang lain, sehingga pengelolaan dana dapat berjalan dengan baik dan diharapkan menghasilkan laba yang lebih tinggi. Selain itu, jika perusahaan tidak menggunakan hutang malah akan tidak efektiv dan efisien dalam hal investasi atau ekspansi. Investasi dan ekspansi tentu membutuhkan dana yang besar, sehingga jika harus menggunakan dana internal maka perusahaan memerlukan waktu yang lama u...

Syarat dan Cara Meminjam Uang Di Bank BNI (Pengajuan Kredit)

Syarat dan Cara Meminjam Uang Di Bank BNI (Pengajuan Kredit) – Berusaha untuk memperoleh dana dari pinjaman bank memang merupakan salah satu cara yang paling ampuh saat ini, selain karena hemat waktu, meminjam uang di bank juga dinilai sebagai langkah efektif dalam mengelola keuangan. Di jaman modern seperti saat ini, melakukan pinjaman tidak selalu menandakan bahwa anda tidak memiliki uang, tapi bisa saja ini merupakan cara dalam pengelolaan keuangan, termasuk stabilitas arus kas. Hal ini juga sering dilakukan oleh perusahaan-perusahaan, baik perusahaan kecil, sedang, maupun besar. Mereka melakukan pinjaman uang di bank untuk membiayai operasi perusahaan, investasi, atau kebutuhan lainnya. Dengan melakukan pinjaman ini, perusahaan-perusahaan tersebut tidak harus mengeluarkan biaya yang terlampau besar untuk operasi, investasi, atau kebutuhan lainnya, dan mereka dapat melunasi pinjamannya dengan hasil yang diperoleh dari operasi, investasi, atau pendapatan lainnya. Berkaitan dengan pi...