Langsung ke konten utama

Tips Memilih Waralaba (Franchise) Yang Baik

Tips Memilih Waralaba (Franchise) Yang Baik - Usaha dan bisnis waralaba memang telah menjadi primadona saat ini, banyak sekali masyarakat dan pelaku bisnis yang berbondong-bondong ingin membeli suatu waralaba. Hal ini wajar karena waralaba memang memiliki keunggulan-keunggulan tersendiri yang cukup menggoda, mulai dari kemudahan, kecepatan, hingga potensi keuntungan yang besar. Adanya minat dan keinginan masyarakat untuk memiliki usaha dan bisnis sendiri, hal inipun langsung direspon oleh para pemilik waralaba (franchisor), alhasil saat ini ada banyak sekali jenis waralaba yang ditawarkan kepada masyarakat dengan berbagai jenis industri yang berbeda, sebut saja waralaba laundry, kuliner, bahkan ada juga waralaba properti.

Dengan banyaknya tawaran waralaba tersebut, jelas akan memunculkan suatu pertanyaan, anda ingin pilih yang mana? Nah ini pertanyaan sederhana namun rumit untuk menjawabnya, memilih waralaba yang baik, bagus, serta tepat membutuhkan analisis yang tidak main-main, banyak faktor yang harus anda perhatikan, tidak hanya sekedar masalah mahal atau murah saja. Setidaknya, ada beberapa hal pokok yang wajib anda perhitungkan, berikut ini saya share beberapa tips memilih waralaba (franchise) yang dapat anda jadikan bahan pertimbangan.

Sebelumnya, baca juga: Kelemahan dan keuntungan waralaba.

Pengalaman Pemilik Waralaba (Franchisor)
Bagaimana mungkin kita akan menaruh kepercayaan kepada franchisor yang belum memiliki pengalaman dibidang tertentu, setidaknya jika anda ingin membeli waralaba dari seorang franchisor maka pilihlah franchisor yang sudah lama berkecimpung di bisnisnya. Misalkan anda ingin membeli waralaba laundry, maka pilihlah waralaba laundry yang setidaknya sudah beroperasi selama dua atau tiga tahun, dengan jangka waktu selama ini sudah pasti si empu bisnis laundry sudah memiliki banyak pengalaman di bidang laundry. Seperti pepatah yang mengatakan bahwa “pengalaman adalah ilmu yang paling berharga”. Ini bukanlah sebuah omongan basa basi, di dunia bisnis sebuah ilmu terasa belum cukup tanpa pengalaman, jangankan di dunia bisnis di kehidupan sehari-hari saja kita pasti lebih sering mengandalkan pengalaman.

Keuangan dan Sistem Bisnis Yang Sudah Teruji
Ketika anda membeli sebuah waralaba, anda bukan hanya membeli sebuah merek dagang dan produk saja, tapi anda juga membeli sebuah system bisnis, ini mulai dari system produksi, system pemasaran, standar kerja, dan juga skema keuangan, serta system-sistem lainnya. Coba bayangkan jika waralaba yang akan anda beli menawarkan system bisnis yang buruk, buat apa anda membelinya? Toh nanti anda juga harus memulainya dari awal kalau begitu, sia-sia kan padahal waralaba itu dikatakan mudah karena biasanya sudah memiliki system yang handal dan teruji keampuhannya, efektif dan efisien sehingga dapat meminimalkan biaya dan waktu. Jadi, pilihlah waralaba yang memiliki system yang handal dan teruji! Tapi ingat, jangan tergiur dengan iming-iming yang tidak realistis.

Tips Memilih Waralaba (Franchise) Yang Baik
Bukti Kesuksesan
Pengalaman dan system bisnis mungkin belum cukup membuat anda yakin, maka anda butuh sebuah bukti. Seorang franchisor yang sudah benar-benar sukses, biasanya sudah memiliki brand tersendiri dan juga telah memiliki beberapa cabang. Walaupun seandainya anda belum pernah mendengar brand dia, yang jelas tidak sedikit orang lain yang sudah pasti mengetahuinya, berarti jika franchisor mengatakan bahwa dia telah memiliki brand maka info seputar usahanya sudah menyebar luas. Sekarang anda tinggal membuktikannya saja, coba searching di mesin pencari dengan mengetikkan nama brand dia, jika sudah banyak informasi dan ulasan tentang bisnisnya tersebut, berarti franchisor sudah benar-benar memiliki brand yang dikenal (dikenal baik tentunya).

Jika pemilik waralaba sudah memiliki brand, berarti sudah banyak pula yang membeli waralabanya, jadi disini anda juga bisa melakukan interview dengan pembeli waralaba sebelumnya, coba tanyakan keunggulan dan kelemahan dari franchisor, tanyakan semua hal sedetail mungkin.

Track Record dan Gaya Hidup Franchisor
Membeli sebuah waralaba juga berarti anda menjalin hubungan kerjasama bisnis dengan franchisor, jadi yang perlu diperhatikan adalah apakah anda nyaman menjalin kerjasama dengan franchisor? Ini bukan masalah tentang apakah bisnis dan usaha yang menjanjikan atau tidak, tapi ini lebih ke masalah sikap dan kepribadian. Bagaimana jika franchisor memiliki kepribadian yang buruk, suka foya-foya, gampang emosi dan marah-marah, serta egois? Ini jelas akan berpengaruh kepada anda, kenapa? Ketika anda membeli waralaba, biasanya ada perjanjian bahwa anda harus mengikuti peraturan dan cara main yang telah ditentukan oleh franchisor, termasuk perubahan-perubahannya. Jadi suatu ketika jika dia mengubah peraturannya atas dasar kepribadian yang dimilikinya, dan anda tidak suka, lalu bagaimana dengan nasib anda?

Selain itu, anda patut juga mencari informasi masalah riwayat hidup franchisor, apakah dia pernah terlibat sebuah kasus atau tidak, misalkan kasus penipuan atau dugaan penipuan, melakukan kriminalitas, dan kejahatan-kejahatan lainnya. Memang, sifat manusia bisa berubah, mungkin dia pernah khilaf dan sekarang dia sudah bertaubat, tapi bukankah kita masih perlu berhati-hati? Selalu ingat saja, seperti yang anda tahu bahwa diluar sana banyak sekali penipuan yang berkedok bisnis dan investasi.

Pilih Jenis Waralaba Dengan Industri Sesuai Minat Anda
Kalau tips-tips memilih waralaba diatas ditinjau dari sisi franchisornya, nah sekarang penting juga nih menimbang-nimbang dari sisi anda sendiri. Seperti halnya hobi, karena anda suka maka anda senang melakukannya, hal ini juga berlaku di dunia bisnis. Apakah anda suka dengan industri yang akan anda pilih? Pertanyaan sederhana kan, tapi ini juga akan menentukan keseriusan anda. Walaupun begitu, sebenarnya boleh-boleh saja sih membeli waralaba dengan industri yang tidak anda minati, tapi dengan syarat anda harus berkomitmen kepada diri anda sendiri untuk belajar menyukainya.

Apakah Jenis Usaha Mampu Bertahan Dikemudian Hari?
Ada beberapa alasan kenapa sebuah produk itu bisa muncul, bisa dari trend, dari kebutuhan, dan bisa juga dari situasional. Saya yakin, tujuan anda membeli waralaba adalah tujuan jangka panjang, jadi mungkin produk situasional tidak cocok untuk itu, dan sebaiknya carilah produk yang sekiranya mampu bertahap untuk jangka waktu yang lama, contohnya seperti bisnis kuliner. Bisnis kuliner dinilai sebagai bisnis yang memiliki prospek dengan jangka waktu yang sangat lama, hal ini disebabkan karena bisnis kuliner di dasari atas kebutuhan semua manusia, yaitu makan dan minum.

Selengkapnya: Waralaba kuliner.

Bandingkan Antara Beberapa Jenis Waralaba Yang Sama
Tujuan anda melakukan pemilihan waralaba adalah mencari waralaba yang paling baik, entah dari segi apapun menurut anda. Setelah anda mempertimbangkan tips-tips diatas, mungkin akan ada beberapa franchisor yang memenuhi syarat, sampai langkah ini anda perlu melakukan perbandingan antar franchisor tersebut, dalam artian anda harus membuat kategori-kategori yang lebih detail lagi untuk penilaian, misalkan: mana nih franchisor yang menawarkan perjanjian lebih menguntungkan bagi anda? Mana yang memberikan support lebih besar?
----
Itulah beberapa tips memilih waralaba yang dapat saya berikan kepada anda, semoga tips memilih waralaba diatas dapat membantu dan menambah pengetahuan serta wawasan anda. Saya harap waralaba yang akan anda jalankan dapat sukses dan memberikan keuntungan seperti yang anda harapkan selama ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Kuliner Food Truck Festival Digitalicious 2015 di SDC Serpong

Serpong, 3 April 2015 –  Hang out  bersama Komunitas Blogger Crony, kali ini memilih lokasi di Summarecon Digital Center (SDC) pilihan jatuh ke tempat ini, karena sudah familiar dan tempatnya mudah diakses kendaraan umum. Kebetulan di SDC sedang ada  Food Truck Festival    Digitalicious 2015   lokasi di area parkir utara yang berlangsung dari 27 Maret 2015 sampai 5 April 2015. Black Jack Tabanco Chee Gen Karamel Juice Bubur Ayam Monas Sesampainya di sana, saya dan teman-teman langsung eksplorasi dengan memesan makanan dan minuman Food Truck, semua berpencar dan tak mau menyia-nyiakan  moment  langka ini. Kami langsung membeli kupon untuk belanja makanan, karena tak memakai uang cash. Kupon terbagi dalam pecahan mulai dari Rp.1000,- jadi jangan khawatir tak dapat uang kembali saat jajan makanan dengan pecahan uang yang tidak bulat. Kupon pecahan mulai Rp.1000 untuk membeli kuliner di food truck festival digitalicious 2015 Saya sendiri, tertar...

Pengertian dan Jenis-jenis Hutang (Kewajiban)

Pengertian dan Jenis-jenis Hutang (Kewajiban) – Hutang merupakan instrument yang cukup penting bagi suatu perusahaan, apalagi untuk memenuhi kebutuhan operasi usaha atau untuk modal investasi. Karena saking pentingnya tersebut, hampir semua perusahaan memiliki hutang. Perusahaan yang memiliki banyak hutang bukan berarti mengalami kesulitan keuangan, walaupun hutang meningkatkan risiko yang harus ditanggung oleh perusahaan, namun dengan hutang tersebutlah perusahaan dapat menggunakan dana ekternal untuk memenuhi kebutuhannya, sedangkan dana internal yang dimilikinya juga dapat digunakan untuk kebutuhan yang lain, sehingga pengelolaan dana dapat berjalan dengan baik dan diharapkan menghasilkan laba yang lebih tinggi. Selain itu, jika perusahaan tidak menggunakan hutang malah akan tidak efektiv dan efisien dalam hal investasi atau ekspansi. Investasi dan ekspansi tentu membutuhkan dana yang besar, sehingga jika harus menggunakan dana internal maka perusahaan memerlukan waktu yang lama u...

Syarat dan Cara Meminjam Uang Di Bank BNI (Pengajuan Kredit)

Syarat dan Cara Meminjam Uang Di Bank BNI (Pengajuan Kredit) – Berusaha untuk memperoleh dana dari pinjaman bank memang merupakan salah satu cara yang paling ampuh saat ini, selain karena hemat waktu, meminjam uang di bank juga dinilai sebagai langkah efektif dalam mengelola keuangan. Di jaman modern seperti saat ini, melakukan pinjaman tidak selalu menandakan bahwa anda tidak memiliki uang, tapi bisa saja ini merupakan cara dalam pengelolaan keuangan, termasuk stabilitas arus kas. Hal ini juga sering dilakukan oleh perusahaan-perusahaan, baik perusahaan kecil, sedang, maupun besar. Mereka melakukan pinjaman uang di bank untuk membiayai operasi perusahaan, investasi, atau kebutuhan lainnya. Dengan melakukan pinjaman ini, perusahaan-perusahaan tersebut tidak harus mengeluarkan biaya yang terlampau besar untuk operasi, investasi, atau kebutuhan lainnya, dan mereka dapat melunasi pinjamannya dengan hasil yang diperoleh dari operasi, investasi, atau pendapatan lainnya. Berkaitan dengan pi...