Langsung ke konten utama

Masuk Akalnya Kearifan dari Leluhur



Ketika diberi tahu tentang segala aturan yang sudah menjadi kebiasaan para leluhur oleh orangtua kita, terkadang langsung menyangkal dan tidak membenarkannya.
Serta merta akan menganggap itu adalah adat yang kolot dan tak patut ditelusuri untuk dipelajari atau diselami maknanya.

Padahal tak semua kearifan dan adat leluhur itu bertentangan dengan logika dan agama. Banyak sekali nilai positif yang bisa diambil dari semua petuah orangtua tersebut.

Saya sendiri yang sering melakukan perbincangan dengan nenek buyut ketika beliau masih ada. Sangat banyak hal menarik yang perlu diketahui. Saya biasanya memerhatikan keseharian nenek buyut saya di rumahnya.

Biasanya saya suka memerhatikan adat dalam hal memasak dan kuliner ketika berlibur di rumah Uyut saya dulu.

Setiap hari ketika hendak memasak nasi, ketika mengambil beras dari gentong, beliau selalu menjumput segenggam beras dari satu wadah yang telah di ambilnya. Lalu dimasukan ke dalam wadah tertutup lainnya. Hal ini dilakukan agar suatu saat kekurangan persediaan beras, akan ada simpanan beras cadangan dalam wadah lain.

Pada suatu hari, saya dan semua sepupu yang sama berlibur di rumah Uyut, siang hari kami ingin merujak buah mangga yang berbuah lebat di halaman rumah Uyut. Dengan semangat kami menyediakan peralatan merujak, mulai dari cobek, ulekan, bumbu rujak dan buah mangga. Kami berbagi tugas. Ada yang mengupas mangga, mengulek bumbu dan menyiapkan wadah. Saya kebagian menyiapkan wadah, adik saya mengupas mangga. Adik saya langsung menyayat kulit mangga dari pangkal buah yang tidak ada tangkainya. Dengan segera Uyut memberi tahu bahwa mengupas buah-buahan harus dari pangkal buah bekas tangkainya. Kalau mengupas dari pangkal yang tidak ada tangkainya buah akan pahit. Kata Uyut. Padahal maksud Uyut agar mudah digenggam dan dikupas.

Ketika sepupu saya mengulek bumbu rujak dan kecapean lalu minta sepupu yang satu menggantikannya, uyut juga memberi tahu bahwa berganti-ganti ketika mengulek bumbu di cobek adalah pamali dan nantinya rezeki yang ia peroleh akan diambil sama orang yang mengambil alih pekerjaan itu. Lalu sepupu saya mengerjakan tuntas mengulek bumbu rujak sampai selesai karena takut rezekinya di ambil alih. Padahal di balik mitos ini tujuan Uyut saya adalah memberi pesan agar kita harus bisa menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas. Jangan ditunda atau melimpahkan tanggung jawab kepada orang lain.

Ketika kami makan bersama, sepupu saya makan tak dihabiskan. Masih ada sisa-sisa nasi di piringnya. Uyut saya memberi warning katanya kalau habis makan dan masih tersisa butir-butir nasi atau lauk, kelak akan mendapatkan pasangan yang buruk rupa atau berwajah kasar. Kami pun berlomba-lomba untuk membersihkan sisa makanan dengan memakannya. Kecuali duri dan tulang ikan. Di balik pesan Uyut, tersirat bahwa jika masih tersisa makanan yang masih layak konsumsi di piring makan kita, itu artinya telah membuang makanan dan mubazir. Sangat pantang membuang makanan yang masih layak.

Dari sekian pesan yang dibungkus mitos oleh para leluhur secara turun temurun tersebut, ada baiknya kita selami makna tersembunyi di dalamnya. Jika para orangtua mengumpamakan dengan sebab akibat yang membuat kita merinding. Itu hanyalah sebuah taktik agar kita mau mematuhinya.

Mematuhi adat yang masih bisa diterima akal sehat secara logis tak ada salahnya untuk dituruti karena pasti ada manfaatnya. Setiap orangtua punya misi pesan yang bertujuan untuk kebaikan generasi penerusnya dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari.

Kearifan adat dari leluhur juga dapat mengingatkan akan kendali perilaku sehari-hari. Agar bisa lebih beradab dan disiplin.

Tak semua yang kuno itu kolot dan tak berguna, pasti ada nilai tersembunyi di dalamnya maka kita harus bisa menyelaminya dengan bijak.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Kuliner Food Truck Festival Digitalicious 2015 di SDC Serpong

Serpong, 3 April 2015 –  Hang out  bersama Komunitas Blogger Crony, kali ini memilih lokasi di Summarecon Digital Center (SDC) pilihan jatuh ke tempat ini, karena sudah familiar dan tempatnya mudah diakses kendaraan umum. Kebetulan di SDC sedang ada  Food Truck Festival    Digitalicious 2015   lokasi di area parkir utara yang berlangsung dari 27 Maret 2015 sampai 5 April 2015. Black Jack Tabanco Chee Gen Karamel Juice Bubur Ayam Monas Sesampainya di sana, saya dan teman-teman langsung eksplorasi dengan memesan makanan dan minuman Food Truck, semua berpencar dan tak mau menyia-nyiakan  moment  langka ini. Kami langsung membeli kupon untuk belanja makanan, karena tak memakai uang cash. Kupon terbagi dalam pecahan mulai dari Rp.1000,- jadi jangan khawatir tak dapat uang kembali saat jajan makanan dengan pecahan uang yang tidak bulat. Kupon pecahan mulai Rp.1000 untuk membeli kuliner di food truck festival digitalicious 2015 Saya sendiri, tertar...

Model Rambut Panjang Ala Artis Indonesia

Model Rambut Panjang Ala Artis Indonesia - Mempunyai rambut panjang dan sehat merupakan dambaan setiap perempuan yang ada di Indonesia. Sudah terbukti, karena para atis mempercantik dirinya dengan rambut panjang berkilau dan terurai. Tak ada salahnya jika kalian mencoba gaya rambut yang satu ini, dengan Model gaya potongan rambut segi panjang ala artis Indonesia terbaru yang saya tulis kali ini mungkin bisa menjadi inspirasi untuk mendapatkan penampilan lebih mengesankan dan lebih cantik dari yang lainnya. Hal tersebut akan membuat anda maskin berkesan dan nampak percaya diri. Setiap wanita pasti ingin memiliki rambut yang indah dan juga menarik. Berbagai macam cara pun dilakukan, dari mulai pergi ke salon. Hingga memilih gaya rambut tertentu. Salah satu contohnya adalah Model Rambut Segi Panjang. Untuk lebih detailnya anda bisa menyimak beberapa sajian yang akan kami ulas dibawah ini.  Banyak para artis Tanah Air yang memilki rambut panjang yang indah, salah satunya seperti Jessi...

Pengertian dan Jenis-Jenis Obligasi (Bond)

Pengertian dan Jenis-Jenis Obligasi (Bond) – Dalam UU RI No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal disebutkan bahwa obligasi merupakan salah satu bagian dari efek. Dalam UU tersebut dikatakan bahwa Efek adalah suatu surat berharga yang dapat berupa surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek. Jadi disini sudah jelas bahwa obligasi merupakan efek, karena obligasi adalah salah satu bagian dari efek maka perdagangan dan jual-beli obligasi tidak sembarangan, tapi harus melalui sebuah lembaga, dalam hal ini lembaga tempat jual-beli efek adalah BEI (Bursa Efek Indonesia). Saya yakin anda sudah sering sekali mendengar kata obligasi, tentu saja karena memang istilah obligasi ini sudah umum sekali digunakan dalam dunia bisnis dan keuangan. Tapi sudah tahukah anda apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan obligasi itu? Dan apa saja jenis jenis obligasi yang ...