Langsung ke konten utama

Full. Cara Membuat Laporan Laba Rugi Perusahaan

Full. Cara Membuat Laporan Laba Rugi Perusahaan – Salah satu komponen penting dalam laporan keuangan adalah laporan laba rugi. Pada dasarnya yang dimaksud dengan laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang memuat dan menyediakan informasi tentang ukuran keberhasilan operasi perusahaan selama periode waktu tertentu. Unsur-unsur yang terkandung dalam laporan laba rugi meliputi semua transaksi pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian. Dengan menyusun laporan laba rugi ini, perusahaan dan pihak yang berkepentingan (investor, kreditor, dan lain-lain) akan merasakan manfaatnya, seperti untuk meramalkan jumlah, penetapan waktu, dan ketidakpastian laba serta arus kas masa depan. Karena unsur-unsur laporan laba rugi disajikan dalam tampilan yang memadai dan dapat dibandingkan dengan data tahun-tahun sebelumnya, maka pengambil keputusan akan lebih mudah dalam menilai laba dan arus kas masa depan.

Itulah kenapa setiap perusahaan sangat diwajibkan untuk menyusun laporan laba rugi, terutama untuk perusahaan yang go public. Selain wajib untuk dibuat, laporan laba rugi ini juga harus disusun dengan tepat dan benar, tentu saja ini harus dilakukan agar informasi yang terkandung dalam laporan valid dan dapat diandalkan. Tapi sayangnya, belum semua orang mampu menyusunnya dengan benar. Nah, berkaitan dengan hal itu, ulasan tentang cara membuat laporan laba rugi ini mungkin dapat membantu anda dalam menyusun laporan laba rugi, berikut caranya.

Full. Cara Membuat Laporan Laba Rugi Perusahaan
Langkah-langkah Dalam Membuat Laporan Laba Rugi
Langkah pertama dalam menyusun laporan laba rugi adalah dengan menyiapkan neraca lajur, neraca lajur ini digunakan sebagai dasar dalam menyusun laporan laba rugi karena semua data laporan laba rugi bersumber dari neraca lajur pada kolom laba/rugi. Jadi sebelum anda membuat laporan ini, persiapkan terlebih dahulu neraca lajurnya.

Setelah neraca lajur siap, maka anda hanya tinggal menyalin data yang dibutuhkan ke dalam laporan laba rugi, sembari anda olah (perhitungan) data-data tersebut. Hanya itu saja langkah-langkahnya, simpel dan mudah, bukan? Tapi, mungkin saja anda masih kesulitan dalam membayangkan seperti apa proses sebenarnya. Untuk itu, coba kalian perhatikan contoh penyusunan laporan laba rugi dibawah ini.

Cara Membuat Laporan Laba Rugi
Contoh neraca lajur (hanya kolom laba/rugi saja):

PT. ABC
Neraca Lajur (Kolom laba/rugi)
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
AkunDebit Kredit
Penjualan400.000.000
Harga pokok penjualan316.000.000
Beban gaji penjualan20.000.000
Beban iklan2.200.000
Beban perjalanan8.000.000
Gaji, kantor, dan umum19.000.000
Beban telp dan internet600.000
Beban sewa4.300.000
Beban pajak property5.300.000
Beban bunga1.700.000
Beban penyusutan peralatan dan perabotan6.700.000
Beban piutang tak tertagih1.000.000
Beban asuransi360.000
Pendapatan bunga800.000
Total385.160.000400.800.000
Laba sebelum pajak penghasilan15.640.000
Total400.800.000400.800.000
Laba sebelum pajak penghasilan15.640.000
Beban pajak penghasilan3.440.000
Laba bersih12.200.000
Total15.640.00015.640.000
*Jika total debet lebih kecil dari total kredit, maka terjadi laba. Begitu juga sebaliknya, jika debet lebih besar dari kredit, maka terjadi rugi.

Setelah neraca lajur siap, khususnya neraca lajur pada kolom laba/rugi, maka anda tingga menyalinnya dan menyusun ulang ke dalam laporan laba rugi, disusun sesuai dengan standar tentunya. Nah, dari neraca lajur diatas, maka dapatlah dibuat laporan laba rugi berikut ini.

PT. ABC
Laporan Laba Rugi
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Penjualan bersih400.000.000
Harga pokok penjualan316.000.000 (-)
Laba kotor84.000.000
Beban penjualan:
Beban gaji penjualan20.000.000
Beban iklan2.200.000
Beban perjalanan8.000.000 (+)
Total beban penjualan30.200.000
Beban administratif:
Gaji, kantor, dan umum19.000.000
Beban telp dan internet600.000
Beban sewa4.300.000
Beban pajak property5.300.000
Beban penyusutan peralatan dan perabotan6.700.000
Beban piutang tak tertagih1.000.000
Beban asuransi360.000 (+)
Total beban administratif
37.260.000 (+)
Total beban penjualan dan administratif

67.460.000 (-)
Laba operasi16.540.000
Pendapatan dan keuntungan lainnya
Pendapatan bunga800.000 (+)
17.340.000
Beban dan kerugian lain
Beban bunga1.700.000 (-)
Laba sebelum pajak penghasilan15.640.000
Pajak penghasilan3.440.000 (-)
Laba bersih12.200.000

Ingat ya, salah satu indikasi bahwa perhitungan anda dalam membuat laporan laba rugi itu benar adalah jumlah laba bersih yang dihasilkan dari neraca lajur dan di laporan laba rugi adalah sama.

Lihat juga: Banyak contoh laporan laba rugi.
----
Oke, itulah ulasan tentang cara membuat laporan laba rugi yang dapat saya berikan kepada anda. Semoga ulasan mengenai cara membuat laporan laba rugi diatas dapat membantu dan meningkatkan pemahaman, pengetahuan, serta wawasan anda semuanya. Thanks.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Kuliner Food Truck Festival Digitalicious 2015 di SDC Serpong

Serpong, 3 April 2015 –  Hang out  bersama Komunitas Blogger Crony, kali ini memilih lokasi di Summarecon Digital Center (SDC) pilihan jatuh ke tempat ini, karena sudah familiar dan tempatnya mudah diakses kendaraan umum. Kebetulan di SDC sedang ada  Food Truck Festival    Digitalicious 2015   lokasi di area parkir utara yang berlangsung dari 27 Maret 2015 sampai 5 April 2015. Black Jack Tabanco Chee Gen Karamel Juice Bubur Ayam Monas Sesampainya di sana, saya dan teman-teman langsung eksplorasi dengan memesan makanan dan minuman Food Truck, semua berpencar dan tak mau menyia-nyiakan  moment  langka ini. Kami langsung membeli kupon untuk belanja makanan, karena tak memakai uang cash. Kupon terbagi dalam pecahan mulai dari Rp.1000,- jadi jangan khawatir tak dapat uang kembali saat jajan makanan dengan pecahan uang yang tidak bulat. Kupon pecahan mulai Rp.1000 untuk membeli kuliner di food truck festival digitalicious 2015 Saya sendiri, tertar...

Pengertian dan Jenis-jenis Hutang (Kewajiban)

Pengertian dan Jenis-jenis Hutang (Kewajiban) – Hutang merupakan instrument yang cukup penting bagi suatu perusahaan, apalagi untuk memenuhi kebutuhan operasi usaha atau untuk modal investasi. Karena saking pentingnya tersebut, hampir semua perusahaan memiliki hutang. Perusahaan yang memiliki banyak hutang bukan berarti mengalami kesulitan keuangan, walaupun hutang meningkatkan risiko yang harus ditanggung oleh perusahaan, namun dengan hutang tersebutlah perusahaan dapat menggunakan dana ekternal untuk memenuhi kebutuhannya, sedangkan dana internal yang dimilikinya juga dapat digunakan untuk kebutuhan yang lain, sehingga pengelolaan dana dapat berjalan dengan baik dan diharapkan menghasilkan laba yang lebih tinggi. Selain itu, jika perusahaan tidak menggunakan hutang malah akan tidak efektiv dan efisien dalam hal investasi atau ekspansi. Investasi dan ekspansi tentu membutuhkan dana yang besar, sehingga jika harus menggunakan dana internal maka perusahaan memerlukan waktu yang lama u...

Pengertian Pendapatan Dalam Akuntansi dan Bisnis

Pengertian Pendapatan Dalam Akuntansi dan Bisnis – Mungkin secara kesimpulam sederhana anda paham dengan pengertian pendapatan, mungkin juga anda berpikiran bahwa yang dimaksud dengan pendapatan adalah segala bentuk keuntungan (menambah kekayaan) yang diperoleh. Tapi sebenarnya, apa yang dimaksud dengan pendapatan bukanlah semua penambahan kekayaan yang anda peroleh. Dalam dunia akuntansi dan bisnis, terdapat pemisahan antara pendapatan dan keuntungan, begitu pula dengan beban dan kerugian, semuanya dipisahkan karena secara logika dan aliran proses cukup berbeda. Inilah kenapa cukup penting bagi anda untuk memahami pengertian pendapatan, karena dengan memahaminya anda dapat memisahkan dan menggolongkan mana yang termasuk pendapatan dan mana yang bukan. Bayangkan jika anda belum memahami tentang pendapatan, bagaimana anda akan menyusun laporan keuangan? Benar, pendapatan ini sangat penting dalam penyusunan laporan keuangan, dan tentu saja pengaruhnya sangat besar. Dalam laporan keuanga...